Showing posts with label bencana alam. Show all posts
Showing posts with label bencana alam. Show all posts

gerhana bulan total

Warga masyarakat di ciamis dan di sejumlah tempat di muka bumi tadi malam telah menyaksikan gerhana bulan total. Kejadian fenomena alam tersebut berlangsung selama beberapa jam mulai dari 20 Desember tengah malam hingga 21 Desember dini hari.

Cuaca yang sangat cerah, gerhana bulan itu akan menyuguhkan pemandangan yang indah, seperti yang terjadi di Jerman pada Januari 2001 (lihat foto). Menurut laman Space.com, peristiwa yang jarang terjadi ini akan bisa disaksikan langsung di sejumlah wilayah khususnya di wilayah Kabupaten Ciamis.

Beberapa warga ciamis yang berdomisili di beberapa wilayah di antaranya di semua tempat antara wilayah Ciamis Utara dan Ciamis Selatan, begitu pula di pusat kota Ciamis serta di sebagian wilayah kota tasikmalaya dan kota bajar. Maka, peristiwa ini berpotensi disaksikan sekitar 1,5 miliar orang di seluruh dunia.

"Kejadian fenomena alam ini bakal menjadi peluang pertama dari banyak tempat di Bumi untuk menyaksikan bagaimana bulan menjalani gerhana total dalam jangka waktu 34 bulan," demikian yang telah ditulis oleh media online Space.com.

Dari beberapa referensi yang telah kami liput, fenomena kejadian gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Peristiwa itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Gerhana bulan total ini sudah diperkirakan sebelumnya yaitu mulai bisa dilihat pada 20 Desember malam pukul 22.15 waktu Pasifik (PST) atau pada 21 Desember dini hari pukul 1.33 waktu Pantai Timur Amerika (EST) atau pukul 6.33 waktu Universal (UT).

dari hasil perhitungan Badan Antariksa AS (NASA), proses gerhana ini bisa berlangsung selama tiga jam dan duapuluh delapan menit saat Bulan memasuki umbra, yaitu bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana bulan.

Fase gerhana bulan secara total akan berlangsung 72 menit, dimulai pada Selasa pagi, 21 Desember 2010, pukul 6.33 UT atau 2.41 EST, yang sama dengan pukul 23.41 PST pada 20 Desember malam.

Bulan selanjutnya melewati umbra Bumi pada pukul 10.01 UT atau 5.01 EST (2.01 PST). Tanda-tanda terakhir bayangan gerhana (penumbra) akan menghilang sekitar 15 atau 20 menit kemudian. Sungguh kejadian fenomena alam yang sangat indah yang telah diciptakan oleh sang pencipta.

gempa cilacap

oleh ahmad salman
Liputan6.com, Cilacap: Kawasan Cilacap, Jawa Tengah, kembali diguncang gempa, Ahad (29/5) pukul 03.28 WIB. Sempat digoyang gempa berkekuatan 5,7 skala Richter, informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut kali ini kekuatannya sebesar 5,3 SR dan juga berada di kedalaman 10 kilometer [baca: Gempa 5,7 SR Guncang Cilacap].

Pusat gempa berlokasi di 121 kilometer barat daya Cilacap, 161 kilometer barat daya Purwokerto, Jateng, 161 kilometer tenggara Ciamis, Jawa Barat; 164 kilometer tenggara Tasikmalaya, Jabar; dan 350 kilometer tenggara Jakarta. Gempa berlokasi di 8.75 lintang selatan dan 108.64 bujur timur ini disebutkan tak berpotensi tsunami.(AIS)

Bantuan bencana Ciamis Rpl26 miliar

10 May 2010

* Nasional
* Pos Kota

CIAMIS (Pos Kota) - Menko Kesra Agung Laksono menyerahkan bantuan pemerintah untuk korban Ciamis sebesar Rpl26 miliar. Gempa itu sendiri terjadi pada, 2 September 2009. Ia mengatakan, penanganan bencana di Kab. Ciamis telah disalurkan dana sejumlah Rp700 juta untuk tanggap darurat dan Rpl25,955 miliar untuk pascabencana yang bersumber dari pusat sebesar Rp53,468 miliar dan. Jawa Barat sebesar Rp72,171 miliar dan Kab. Ciamis sebesar Rp316 juta.

Dana tersebut, kata Agung, telah disalurkan untuk menangani rumah rusak berat sebanyak 13.247 unit, rumah rusak seddhg sebanyak 25.519 unit dan rumah rusak ringan sebanyak 2.687 unit, (aby/us/aw)
Entitas terkaitBantuan | Ciamis | Dana | Gempa | Pos | Jawa Barat | Menko Kesra Agung Laksono |
Ringkasan Artikel Ini
Ciamis telah disalurkan dana sejumlah Rp700 juta untuk tanggap darurat dan Rpl25,955 miliar untuk pascabencana yang bersumber dari pusat sebesar Rp53,468 miliar dan.

Jumlah kata di Artikel : 111
Jumlah kata di Summary : 25
Ratio : 0,225

batu masih berserakan

CIAMIS, (PRLM).- Batu yang menggulusur dari Gunung Sawal terbawa banjir bandang beberapa waktu lalu, masih berserakan di lokasi bencana Cihaurbeuti, Ciamis. Pemkab Ciamis hingga Selasa (19/4) belum membereskan ratusan batu berukuran besar tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun "PRLM", warga setempat sebenarnya berharap Pemkab Ciamis segera mengevakuasi bebatuan tersebut di pesawahan dan perkebunan milik warga. Selain agar mereka bisa melupakan trauma bencana, juga agar bisa segera memanfaatkan lahan mereka.
Akan tetapi, hingga beberapa pekan pascabencana, batu-batuan itu belum juga dievakuasi. "Karena itu, kami harapkan, pemerintah segera membereskannya," kata Rahmat dan sejumlah warga lainnya, Selasa (19/4).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Drs. H. Odang R.Widjaya ketika dikonfirmasi membenarkan soal belum dievakuasinya bebatuan dari lereng Gunung Sawal tersebut. Alasannya, karena ada keterbatasan dana. "Terus terang saja, kami tidak memiliki dana untuk mengevakuasi bebatuan tersebut. Kami baru bisa membereskan sampah-sampahnya saja," kata Odang.
Bupati Ciamis Engkon Komara sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk merehabilitasi berbagai sarana yang rusak di akibat bencana banjir bandang di Cihaurbeuti. Dana itu juga termasuk untuk mengvakuasi bebatuan di kawasan pemukiman. "Kalau dana turun, kami akan secepatnya melakukan recoveri di Cihaurbeuti," kata Engkon. (A-112/A-147)***
sumber dari: pikiran rakyat

Seda menangis




CIAMIS, (PRLM).- Banjir bandang menghancurkan empat dusun dan menewaskan satu orang di Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Senin (28/3) sekitar pukul 14.35 WIB. Ribuan warga yang terpaksa mengungsi karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan serta kemungkinan tanah longsor di bagian kaki Gunung Sawal.
Empat dusun yang hancur diterjang banjir bandang tersebut adalah Kampung Sada Kaler, Sada Kidul, Ciawitali dan Depok. Di bawah guyuran hujan lebat warga yang diliputi kepanikan tidak sempat menyelamatkan harta benda, mereka hanya beberapa barang dan baju yang melekat di tubuhnya. Banjir bandang juga menyebabkan ratusan rumah warga hancur. Sementara Ikin (70), warga Dusun Sada Kidul ditemukan meninggal akibat terseret banjir bandang. Beberapa orang juga dikabarkan belum bertemu dengan keluarganya.
Tidak kurang seratus lima puluh hektar areal persawahan juga hancur. Sawah yang sebelumnya subur, berubah menjadi ladang lumpur disertai batu besar. Sampai saat ini warga mengungsi di beberapa lokasi yang dinilai aman, yaitu Balai Desa Sidamulya, P2B, serta beberapa rumah warga dan masjid yang lokasinya aman, sekitar dua kilometer dari lokasi.
Diduga banjir bandang tersebut akibat bukit Gunung Sawal tidak mampu menahan beban setelah menutup longsoran bukit tersebut menimbun aliran Sungai Ciharus. Air hujan yang tertampung dalam cekungan bukit kemudian longsor membawa material air dan batu serta lumpur. Sampai saat ini belum ada warga yang berani menuju lokasi longsoran, sebab dikhawatirkan masih terjadi longsor susulan.
''Sebelum datang banjir ada suara gemuruh sangat keras, rumah saya juga bergetar. Saya tidak sempat membawa barang, yang penting menyelamatakan diri dan keluarga dulu,'' ungkap Ny. Siti Maeroh dan Ny. Ainun yang sedang mengungsi di masjid desa.
Pengalaman lain dikatakan Saidi, guru di Madrasah Diniyah Al Barokah. Sebelum datang banjir bandang, sejak siang wilayah tersebut diguyur hujan lebat, disertai dengan kilatan petir yang sangat keras. Saat itu dia sedang mengajar di dalam kelas. Tidak berapa lama dia mendengar suara sangat keras disertai dengan bumi bergetar. ''Saya kira gempa, tetapi kok bunyinya keras sekali dan temponya lama. Mendadak datang air, saat itu juga saya minta seluruh murid agar mencari lokasi yang tinggi,'' ungkapnya.
Hanya selang beberapa menit menyelamatkan siswanya, datang banjir bandang yang langsung menghancurkan sekolahnya. Selain sekolah seluruh rumah yang ada di sekitar sekolah juga hancur, terbawa banjir bandang. ''Beruntung seluruh siswa, 17 anak, seluruhnya lari ke tempat yang tinggi,'' ungkapnya.
Kerusakan juga dialami Pondok Pesantren Darul Amira. Seluruh ruangan termasuk rumah pengasuh pondoh juga penuh dengan lumpur. Sejumlah rumah yang berada di sebelah pondok hanyut dibawa banjir. ''Yang pertama adalah menyelamatkan nyawa, dan kami minta wilayah tersebut segera dikosongkan karena khawatir ada banjir susulan. Sampai saat ini kami belum bisa memberikan data pasti, hanya saja perkiraan sementara ratusan rumah di empat dusun hancur,'' tutur Camat Cihaurbeuti Sahlan di lokasi banjir bandang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, Odang Widjaja Ruhiyat mengatakan, sampai saat ini lebih fokus penyelamatan warga. Sedangkan kerugian materil, masih belum ditangani. Dia juga mengatakan segera membangun daput umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. ''Yang pertama adalah menyelamatkan jiwa. Kami langsung membuka dapur umum untuk membantu pengungsi. Jumlah pengungsi cukup banyak karena berasal dari empat dusun yang dikosongkan,'' tuturnya. (A-101/das)***
sumber pikiran rakyat