Letak Wilayah
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Desa Pasirtamiang terletak di
Wilayah Kabupaten Ciamis bagian utara dengan jarak tempuh lebih kurang 2 km
dari Ibu Kota Kecamatan Cihaurbeuti 29 km dari Ibu Kota Kabupaten.
Desa Pasirtamiang terletak persis
dibawah kaki Gunung Sawal dengan ketinggian lebih kurang 500 – 600 meter
diatas permukaan laut.dengan curah hujan rata-rata 2000 m3 dengan suhu
rata-tata antara 18 hingga 28 derajat celcius. Secara
topografis wilayah Desa Pasirtamiang 90 persen miring ke barat sekitar 30-40
derajat celcius.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Demografi
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Keadaan Wilayah
Wilayah Desa Pasirtamiang terdiri
dari perbukitan,pegunungan, perkebunan, pesawahan dan pemukiman penduduk
dengan topografi miring kebarat. Wilayah pegunungan merupakan hutan kayu dan hutan rakyat yang banyak ditumbuhi kayu
dan bambu sebagai salah satu produk hutan yang merupakan potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan
secara maksimal.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Batas
Wilayah
Desa
Pasirtamiang berbatasan dengan :
Sebelah
Utara : Desa Padamulya
Sebelah
Timur : Gunung Sawal
Sebelah
Selatan : Desa Cihaurbeuti
Sebelah
Barat : Sungai Citanduy (wilayah
Kabupaten Ciamis)
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Luas
Wilayah
Luas
wilayah Desa pasirtamiang lebih kurang 350 Ha, terdiri dari :
Hutan Rakyat
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pembangunan
Kependudukan, Agama dan Sosial Budaya
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Penduduk
|
||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Agama
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Masyarakat Desa Pasirtamiang seratus
prosen penganut agama islam yang taat menjalankan syariat agamanya. Dalam
rangka meningkatkan mental spiritual disetiap dusun terdapat majlis-majlis
ta’lim dan pondok peantren yang dipimpin oleh para kiyai dan sesepuh agama.
Pembangunan bidang agama diarahkan untukmeningkatkan pemahaman, penghayatan
dan pengamalan agama dikalangan umat dalam kehidupan sehari-hari.
Jumlah sarana keagamaan menunjukan
peningkatan yang signifikan, di Desa Pasirtamiang terdapat 6 buah Mesjid, 27
buah Mushola dan 3 buah Langgar.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Sosial Budaya
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pendidikan
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pembangunan bidang
pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kesempatan memperoleh
pendidikan baik pendidikan formal maupun nonformal. Pendidikan formal dengan
sasaaran menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun diharapkan dapat tercapai pada
tahun 2011, sehingga tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Kesehatan
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Serajat kesehatan
masyarakat , kini menunjukan kondisi yang semakin baik walaupun masih
relative rendah. Angka Harapan Hidup (AHH) cenderung semakin meningkat,
sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) serta prevalensi
gizi buruk bayi dab Balita cenderung menurun.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pemberdayaan
Masyarakat
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pembangunan sumber
daya manusia perlu ditingkatkan lagi guna terwujudnya sumber daya manusia
yang berkualitas mengingat pemberdayaan masyarakat merupakan hal penting dan
strategis. Pembangunan SDM diarahkan untuk mewujudkan SDM yang memiliki
motivasi, berpengetahuan,
berkemampuan, berkemauan untuk mengembangkan dirinya, serta mampu untuk hidup
layak.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Keberdayaan
masyarakat menunjukan kecenderungan meningkat, hal ini dapat dilihat dari
beberapa indicator antara lain, keberdayaan perempuan, keberdayaan pemuda,
tingkat partisipasimasyarakat dalam pembangunan dan peningkatan tarap
kesejahteraan msyarakat.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Budaya
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Keragaman budaya
merupakan kekayaan yang tak ternilai, oleh karena itu pengembangan budaya
local dilaksanakan dalam upaya pelestarian nilai-nilai luhur yang sesuai
dengan norma agama,
etika, dan moral. Sebagai refleksi dari pelestarian budaya dilakukan melalui
pemeliharaan budaya, demikian pula dengan pembinaan yang berkaitan dengan
seni tradisional berupa tarian,
musik dan budaya tradisional lainnya.
Pembangunan
kebudayaan diarahkan pada upaya pelestarian dan pengembangan budaya serta
memperkokoh ketahanan budaya local terutama terhadapa penetrasi budaya luar yang kurang
selaras dengan budaya setempat.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pembangunan
Perekonomian desa
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Perkembangan
Indikator
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Perekonomian Desa
Pasirtamiang mengalami pertumbuhan yang cukup baik, namun pertumbuhan yang
cukup baik tersebut distribusinya masih belum merata. Hal ini dapat terlihat
dari angka jumlah penduduk miskin dan pengangguran terbuka yang cenderung
mengalami peningkatan.
Kegiatan unggulan
perekonomian masyarakat Desa Pasirtamiang masih didominasi oleh sector
pertanian, hal ini dapat dilihat berdasarkan lapangan usaha dimana sector
pertanian memberikan kontribusi besar.
Tantangan
pembangunan bidang perekonomian 5 tahun kedepan antara lain berkaitan dengan
peningkatan pemanfaatan potensi perekonimian yang cukup besar untuk digunakan
sebesar-beasarnya bagi kemakmuran masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan
penggalian potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal,
penerapan konsep perekonomian yang lebih terfokus dalam kerangkan pembangunan
yang lebih komprehensif, terpadu dan terintegrasi serta berbasis pemberdayaan
masyarakat.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pertanian
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Komoditas pertanian
unggulan di desa pasirtamiang terdiri dari padi, palawija, sayuran, hasil
perkebunan dan peternakan. pada umumnya produksi komoditas pertanian
cenderung mengalami peningkatan sejalan dengan upaya pengembangan yang kian
meningkat.
Produktivitas
tanaman padi di desa pasirtamiang cukup baik, namun areal lahan yang tidak
memadai ( jumlah penduduk tidak sesuai dengan jumlah lahan yang tersedia )
dalam mencukupi kebutuhan beras untuk masyarakat masih harus disuplai dari
luar.
Untuk produksi
palawija secara umum mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya jumlah
petani palawija.
Komoditas sayuran
antara lain cabe merah mempunyai kualitas yang cukupbaik sehingga banyak
diminati konsumen. namun produksi cabe merah belakangan ini mengalami
kepakuman seiring terjadinya fluktuasi harga ke level bawah yang tidak
menguntungkan petani.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Perikanan
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Potensi perikanan
budi daya air tawar di desa pasirtamiang cukup besar karena cukup tersedia sumber
air untuk perikanan budi daya namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal
mengingat sumber daya manusia yang belum dimiliki. untuk pengembangan budi
daya ikan air
tawar, kedepan perlu
dilakukan peningkatan sumber daya manusia dan kesiapan financial yang cukup
dalam rangka peningkatan produksi.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Peternakan
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Peternakan memiliki
potensi besar untuk dikembangkan di desa pasirtamiang, hal ini banyak
ditunjang oleh sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sumber
daya alam.
Produksi peternakan
sampai saat ini masih cukup baik antara lain dihasilkan dari ayam ras, ayam
buras, domba, sapi dll.
Tantangan
pembangunan bidang pertanian kedepan diantaranya semakin tinngginnya alih
fungsi lahan produktif yang apabila tidak segera disikapi dengan bijaksana
dapat mengancam ketahanan pangan desa. lainnya adalah perlu peningkatan daya
saing produk-produk pertanian local sebagai upaya kompetitif terhadap
produk-produk pertanian dari luar yang saat ini semakin gencar.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Perindustrian
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Perkembangan industri
di Desa Pasirtamiang menunjukan kondisi yang sedikit membaik dalam rangka
mendukung perekonomian desa. Jenis industri yang dikembangkan adlah industri
rumahan terutama yang berbahan baku
hasil pertanian seperti pengolahan makanan olahan. Hasil industri tersebut
telah dipasarkan sampai keluar daerah.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Kondisi Pemerintahan
Desa
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan yang baik (good governance),
pemerintah desa berupaya melakukan perbaikan pelayanan kepada
masyarakat,sebagai regulator dan fasilitator menyusun peraturan perundangan
yang memberi ruang yang cukup kepada
masyarakat untuk menumbuhkan kemandirian. Sedangkan dalam rangka
fasilitasi, pemerintah desa membuka peluang dalam rangka perencanaan
pembangunan yang bersifat partisipatif dengan menumbuhkan inisiatif
masyarakat.
Tantangan dibidang penyelenggaraan
pemerintahan adalah mewujudkan pemerintahan yang baik dalam manajemen
pemerintahan di Desa Pasirtamiang . Peningkatan pelayanan public dan kinerja
pemerintah yang efektif, efisien, kredibel dan akuntabel sesuai standar yang
ditetapkan menjadi tuntutan untuk diaktualisasikan.
Keselarasan antara lembaga-lembaga
yang ada di desa menjadikan pelaksanaan kegiatan pembangunan semakin sinergis
dan terarah, hal dapat ini dapat memotivasi semangat partisipasi masyarakat
dalam membangun.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Pembagian Wilayah
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Wilayah
Desa Pasirtamiang dibagi menjadi 6 (enam) wilayah administrasi (dusun) yang
setiap wilayah dikepalai oleh perangkat desa dari unsur wilayah dan terdiri
dari 6 (enam) Rukun Warga dan 34 (tiga puluh empat) Rukun Tetangga, diantaranya :
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Dusun Pasirlandak terdiri dari 1 RW
dan 4 RT
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Dusun Cigorowong terdiri dari 1 RW
dan 4 RT
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Dusun Kertasari terdiri dari 1 RW
dan 7 RT
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Dusun Cijoho terdiri dari 1 RW dan 6
RT
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Dusun Pasirtamiang Landeuh terdiri
dari 1 RW dan 8 RT
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Dusun Pasirtamiang Tonggoh terdiri
dari 1 RW dan 5 RT
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Struktur
Organisasi Pemerintah Desa
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Organisasi Pemerintah Desa terdiri
dari :
|
||||||||||||||||||||||||||||||
1 orang Kepala Desa
|
||||||||||||||||||||||||||||||
1 orang Sekretaris Desa
|
||||||||||||||||||||||||||||||
1 orang Kepala Urusan Umum
|
||||||||||||||||||||||||||||||
1 orang Kepala Urusan Keuangan
|
||||||||||||||||||||||||||||||
1 orang Kepala Seksi Pemerintahan
Ketentraman dan Ketertiban
|
||||||||||||||||||||||||||||||
1 orang Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan
|
||||||||||||||||||||||||||||||
1 orang Kepala Seksi Kesejahteraan
dan Pemberdayaan Masyarakat
| ||||||||||||||||||||||||||||||
Showing posts with label sajarah. Show all posts
Showing posts with label sajarah. Show all posts
Gambaran umum pasirtamiang
wangkongan
KU ayana kamekaran téknologi internét nu ngarambah nepi ka tepis
wiring, tétéla mawa pangaruh nu kalintang hadé kana kahirupan basa
Sunda. Sanajan téknologi datangna ti deungeun, tapi lain hartina
mareuman basa Sunda. Perkara ieu bisa diimeutan dina sawatara jejaring
sosial, saperti facebook. Réa diantarana anu tara asa-asa deui
ngawangkong téh ku basa Sunda tur bisa kabaca ku balaréa. Malah aya rasa
kareueus kana basa Sunda, mangsa bisa ngawangkong ngagunakeun basa
indung. Lebah dieu, bisa dicindekeun yén naon rupa anu jolna ti deungeun
téh henteu salawasna goréng, malah nu hadé ogé kacida réana. Kilang
kitu, kalintang gumantung kana kumaha carana urang ngamangpaatkeunana
pikeun kahadéan.
Poé basa indung anu dipiéling saban 21 Fébuari tangtu bakal leuwih haneuteun ku ayana natrat yén basa indung téh hirup kénéh, dina harti masih diparaké ku masarakat dina wangkongan sapopoé. Lain baé basa Sunda, da kaasup basa indung sélér séjénna ogé jadi leuwih hirup ku ayana kamekaran téknologi. Lebah dieu seukeutna sawangan UNESCO téh, anu antukna netepkeun 21 Fébuari minangka Poé Basa Indung Internasional.
Héabna sumanget pikeun ngamumulé basa Sunda ogé bisa karasa ti kalangan rumaja. Contona, dina Féstival Drama Basa Sunda (FDBS) Pelajar anu diayakeun ku Téater Sunda Kiwari, pesertana bisa ngajaul ngaleuwihan targét panitia. Sabada pendaptaran FDBS Pelajar ditutup, kacatet 49 grup téater rumaja nu miluan dina éta féstival. Lain baé patandang ti Jawa Barat, da aya ogé peserta anu jolna ti Banten. Basa Sunda henteu bisa dipisahkeun ku wilayah administratip. Komo deui Banten mah kapan sidik Sunda pisan.
Sajabana ti FDBS Pelajar anu digelar ti tanggal 7 nepi ka 27 Fébuari, di Gedong Kasenian Rumentangsiang ogé maneuh dipidangkeun rupaning kasenian Sunda, kayaning tari tradisonal, sandiwara Sunda, longsér, jeung sajabana. Beuki pikabungaheun basa nengetan personilna leuwih réa didominasi ku kaum rumaja. Sandiwara Sunda mimiti neut-neutan deui, dipidangkeun sacara maneuh di Rumentangsiang. Grup Sri Murni jeung Ringkang Gumiwang kaasup dua grup sandiwara nu mindeng ngagelarkeun pintonan di Rumentangsiang.
Ku leuwih hirupna basa Sunda, boh di dunya maya atawa dina kahirupan sapopoé, dipiharep mawa pangaruh hadé pikeun masarakat. Budaya Sunda tetep bisa kajaga pikeun ngawangun kahirupan nu silih asah, silih asih, tur silih asuh. Réréongan dina kahadéan, wanoh jeung baraya katut tatangga, muga leuwih natrat deui. Urang Sunda bisa ngigelan kamekaran jaman, bari henteu kudu ngaleungitkeun idéntitasna salaku urang Sunda. Pon kitu deui, taya salahna mikaresep kasenian deungeun kalayan henteu kudu mopohokeun kasenian banda urang.
Dina mangsa globalisasi kiwari, taya deui pilihan iwal ti kudu wani aub tarung dina persaingan. Urang Sunda kudu siap tandang makalangan sangkan henteu jadi galandangan di lembur sorangan. Pangpangna mah nurutkeun data statistik, di lembur sorangan ogé tétéla urang Sunda méh kaléléd ku para pendatang. Widang ékonomi, pulitik, katut kasenian, ulah nepi ka kajadian jati kasilih ku junti. Urang Sunda kudu bisa hirup kalayan walagri di lemah cai Sunda. Ironis kabina-bina mangsa nyaksian urang Sunda nu teu kabagéan pacabakan tur teu mampuh mibanda pangiuhan. Di sisi séjén, réa nu hirupna medah-meduh, malah ngarasa bingung kudu kumaha méakeun raja kaya.
Dina kaayaan sarupa kitu, naha kamana atuh palsapah “silih asih” téh jeung sasama téh? Naha urang bet téga ngantepkeun baraya nu katalangsara di sarakan sorangan? Ku kituna, lain baé ngamumulé basana jeung kasenianna, tapi nu leuwih utama mah miara ajén inajén jeung saripati kalinuhungan budayana pikeun dipraktékeun dina kahirupan sapopoé.
Lamun “silih asah, silih asih, jeung silih asuh” geus bisa diterapkeun dina kahirupan sapopoé, tangtu beuki éndah Sunda téh. Éndah alamna, éndah kahirupanana. Hirup basana, hirup kasenianna, tur hirup budayana. Apan harti “Sunda” téh éndah. Rék ditarjamahkeun kana basa naon ogé, “Sunda” mah salawasna éndah tur reumbeuy kahadéan
Poé basa indung anu dipiéling saban 21 Fébuari tangtu bakal leuwih haneuteun ku ayana natrat yén basa indung téh hirup kénéh, dina harti masih diparaké ku masarakat dina wangkongan sapopoé. Lain baé basa Sunda, da kaasup basa indung sélér séjénna ogé jadi leuwih hirup ku ayana kamekaran téknologi. Lebah dieu seukeutna sawangan UNESCO téh, anu antukna netepkeun 21 Fébuari minangka Poé Basa Indung Internasional.
Héabna sumanget pikeun ngamumulé basa Sunda ogé bisa karasa ti kalangan rumaja. Contona, dina Féstival Drama Basa Sunda (FDBS) Pelajar anu diayakeun ku Téater Sunda Kiwari, pesertana bisa ngajaul ngaleuwihan targét panitia. Sabada pendaptaran FDBS Pelajar ditutup, kacatet 49 grup téater rumaja nu miluan dina éta féstival. Lain baé patandang ti Jawa Barat, da aya ogé peserta anu jolna ti Banten. Basa Sunda henteu bisa dipisahkeun ku wilayah administratip. Komo deui Banten mah kapan sidik Sunda pisan.
Sajabana ti FDBS Pelajar anu digelar ti tanggal 7 nepi ka 27 Fébuari, di Gedong Kasenian Rumentangsiang ogé maneuh dipidangkeun rupaning kasenian Sunda, kayaning tari tradisonal, sandiwara Sunda, longsér, jeung sajabana. Beuki pikabungaheun basa nengetan personilna leuwih réa didominasi ku kaum rumaja. Sandiwara Sunda mimiti neut-neutan deui, dipidangkeun sacara maneuh di Rumentangsiang. Grup Sri Murni jeung Ringkang Gumiwang kaasup dua grup sandiwara nu mindeng ngagelarkeun pintonan di Rumentangsiang.
Ku leuwih hirupna basa Sunda, boh di dunya maya atawa dina kahirupan sapopoé, dipiharep mawa pangaruh hadé pikeun masarakat. Budaya Sunda tetep bisa kajaga pikeun ngawangun kahirupan nu silih asah, silih asih, tur silih asuh. Réréongan dina kahadéan, wanoh jeung baraya katut tatangga, muga leuwih natrat deui. Urang Sunda bisa ngigelan kamekaran jaman, bari henteu kudu ngaleungitkeun idéntitasna salaku urang Sunda. Pon kitu deui, taya salahna mikaresep kasenian deungeun kalayan henteu kudu mopohokeun kasenian banda urang.
Dina mangsa globalisasi kiwari, taya deui pilihan iwal ti kudu wani aub tarung dina persaingan. Urang Sunda kudu siap tandang makalangan sangkan henteu jadi galandangan di lembur sorangan. Pangpangna mah nurutkeun data statistik, di lembur sorangan ogé tétéla urang Sunda méh kaléléd ku para pendatang. Widang ékonomi, pulitik, katut kasenian, ulah nepi ka kajadian jati kasilih ku junti. Urang Sunda kudu bisa hirup kalayan walagri di lemah cai Sunda. Ironis kabina-bina mangsa nyaksian urang Sunda nu teu kabagéan pacabakan tur teu mampuh mibanda pangiuhan. Di sisi séjén, réa nu hirupna medah-meduh, malah ngarasa bingung kudu kumaha méakeun raja kaya.
Dina kaayaan sarupa kitu, naha kamana atuh palsapah “silih asih” téh jeung sasama téh? Naha urang bet téga ngantepkeun baraya nu katalangsara di sarakan sorangan? Ku kituna, lain baé ngamumulé basana jeung kasenianna, tapi nu leuwih utama mah miara ajén inajén jeung saripati kalinuhungan budayana pikeun dipraktékeun dina kahirupan sapopoé.
Lamun “silih asah, silih asih, jeung silih asuh” geus bisa diterapkeun dina kahirupan sapopoé, tangtu beuki éndah Sunda téh. Éndah alamna, éndah kahirupanana. Hirup basana, hirup kasenianna, tur hirup budayana. Apan harti “Sunda” téh éndah. Rék ditarjamahkeun kana basa naon ogé, “Sunda” mah salawasna éndah tur reumbeuy kahadéan
Manfaat Daun Sirsak
Manfaat Daun Sirsak
ternyata banyak sekali, selama ini kita hanya bisa mencicipi buahnya
saja tapi siapa sangka daun yang dimiliki buah sirsak memberikan manfaat
yang luar biasa bagi kesehatan kita. Pada postingan yang lalu kami
membahas tentang manfaat air kelapa, Info kesehatan kali ini akan
membahas tentang manfaat daun sirsak.
Buah sirsak atau bahasa latinnya Annona Muricata L merupakan buah yang
banyak kita jumpai dimana-mana, buah yang sering kita jadikan sebagai
minuman juice ini memberikan manfaat yang baik buat kesehatan kita.
Tidak hanya itu daun yang dimiliki oleh buah ini juga memberikan manfaat
besar buat kesehatan kita.
Salah satu dari manfaat daun sirsak yaitu dapat menghambat dan
mematikan perkembangan sel kanker. Bahkan menurut penelitian kesehatan
pengobatan herbal daun sirsak dapat melawan sel kanker dalam tubuh
10.000 kali dibandingkan pengobatan modern. Mengapa demikian? Karena
didalam daun sirsak mengandung senyawa acetogenins (senyawa anti kanker)
yang dapat menghambat pertumbuhan Adenosina Trifosfat yang merupakan
sumber energi pertumbuhan sel kanker.
Kelebihan yang dimiliki daun sirsak ini karena dapat menyembuhkan beberapa penyakit kanker diantaranya kanker payudara, kanker usus, kanker ovarium,
liver, paru-paru, prostat, pankreas dan limpa. Selain dapat
menyembuhkan penyakit kanker, daun sirsak juga dapat mengobati penyakit
lainnya seperti diabetes, hipertensi, cacingan, demam, reumatik, asma dan gangguan pencernaan lainnya.
Berikut ini bagaimana cara membuat ramuan herbal daun sirsak sederhana:
- Sediakan kira-kira 10-15 lembar daun sirsak yang masih segar dan berwarna hijau tua, cuci hingga bersih.
- Siapkan 3 gelas air putih
- Masak daun sirsak dengan air tersebut sampai tertinggal kira-kira 2 gelas.
- Minum air rebusan daun sirsak tersebut 2 kali sehari sebagai ramuan herbal.
sumber disini
dunia maya ala wikipedia
Dunia maya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dunia maya (eng: Cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.
Kata "cyberspace" (dari cybernetics dan space) berasal dan pertama kali diperkenalkan oleh penulis novel fiksi ilmiah, William Gibson dalam buku ceritanya, "Burning Chrome", 1982 dan menjadi populer pada novel berikutnya, Neuromancer, 1984 yang menyebutkan bahwa:
Cyberspace. A consensual hallucination experienced daily by
billions of legitimate operators, in every nation, by children being taught mathematical concepts... A graphic representation of data abstracted from the banks of every computer in the human system. Unthinkable complexity. Lines of light ranged in the nonspace of the mind, clusters and constellations of data.
Like city lights, receding.
[sunting] Referensi
Irvine, Martin. "Postmodern Science Fiction and Cyberpunk", retrieved 2006-07-19.
Oliver Grau : Virtual Art. From Illusion to Immersion, MIT-Press, Cambridge 2003. (4 Auflagen).
Sterling, Bruce. The Hacker Crackdown: Law and Disorder On the Electronic Frontier. Spectra Books, 1992.
Zhai, Philip. Get Real: A Philosophical Adventure in Virtual Reality. New York: Rowman & Littlefield Publishers, 1998.
David Koepsell, The Ontology of Cyberspace, Chicago: Open Court, 2000.
Christine Buci-Glucksmann, "L’art à l’époque virtuel", in Frontières esthétiques de l’art, Arts 8, Paris: L’Harmattan, 2004
Cyberculture, The key Concepts, diedit oleh David Bell, Brian D.Loader, Nicholas Pleace and Douglas Schuler
Slater, Don 2002, 'Social Relationships and Identity Online and Offline', dalam L.Lievrouw and S.Livingston (eds), The Handbook of New Media, Sage, London, pp533–46.
[sunting] Pranala luar
Search Wiktionary Lihat informasi mengenai
cyberspace di KamusWiki.
Deklarasi kebebasan dunia maya oleh John Perry Barlow
Virtual Reality, Austria oleh Johann Steininger
Dunia maya oleh Albert Benschop
Sex, Agama dan dunia maya oleh Richard Thieme
Petualangan dalam Virtual Reality oleh Philip Zhai
Nuvola apps mycomputer.png Artikel bertopik komputer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dunia maya (eng: Cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.
Kata "cyberspace" (dari cybernetics dan space) berasal dan pertama kali diperkenalkan oleh penulis novel fiksi ilmiah, William Gibson dalam buku ceritanya, "Burning Chrome", 1982 dan menjadi populer pada novel berikutnya, Neuromancer, 1984 yang menyebutkan bahwa:
Cyberspace. A consensual hallucination experienced daily by
billions of legitimate operators, in every nation, by children being taught mathematical concepts... A graphic representation of data abstracted from the banks of every computer in the human system. Unthinkable complexity. Lines of light ranged in the nonspace of the mind, clusters and constellations of data.
Like city lights, receding.
[sunting] Referensi
Irvine, Martin. "Postmodern Science Fiction and Cyberpunk", retrieved 2006-07-19.
Oliver Grau : Virtual Art. From Illusion to Immersion, MIT-Press, Cambridge 2003. (4 Auflagen).
Sterling, Bruce. The Hacker Crackdown: Law and Disorder On the Electronic Frontier. Spectra Books, 1992.
Zhai, Philip. Get Real: A Philosophical Adventure in Virtual Reality. New York: Rowman & Littlefield Publishers, 1998.
David Koepsell, The Ontology of Cyberspace, Chicago: Open Court, 2000.
Christine Buci-Glucksmann, "L’art à l’époque virtuel", in Frontières esthétiques de l’art, Arts 8, Paris: L’Harmattan, 2004
Cyberculture, The key Concepts, diedit oleh David Bell, Brian D.Loader, Nicholas Pleace and Douglas Schuler
Slater, Don 2002, 'Social Relationships and Identity Online and Offline', dalam L.Lievrouw and S.Livingston (eds), The Handbook of New Media, Sage, London, pp533–46.
[sunting] Pranala luar
Search Wiktionary Lihat informasi mengenai
cyberspace di KamusWiki.
Deklarasi kebebasan dunia maya oleh John Perry Barlow
Virtual Reality, Austria oleh Johann Steininger
Dunia maya oleh Albert Benschop
Sex, Agama dan dunia maya oleh Richard Thieme
Petualangan dalam Virtual Reality oleh Philip Zhai
Nuvola apps mycomputer.png Artikel bertopik komputer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Darso Dewa Calung Legendaris
Bandung - Seniman Sunda mengakui kehilangan sosok Darso yang namanya begitu melekat di seantero Jawa Barat. Bagi rekan sejawatnya, 'Dewa Calung' yang musiknya bergenre Pop Sunda ini merupakan seorang legenda.
"Saya mewakili seniman sangat kehilangan Kang Darso. Ia ialah legenda dan master musik Pop Sunda," kata Esa Poetra yang mewakili seniman saat memberikan sambutan usai pemakaman umum warga Cibisoro, di Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/9/2011).
Esa menuturkan, kendati berada di jalur Pop Sunda, Darso sudah sepantasnya disejajarkan dengan tokoh musik Indonesia. Segudang karya musik milik Darso begitu akrab di telinga semua kalangan. Bahkan penggemarnya tersebar di luar negeri.
"Kang Darso ini legenda musik Indonesia. Dia fenomenal," papar Esa.
Kepala Desa Gandasari Syarif yang mewakili warga setempat menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Darso. Bagi warga sekitar, kata Syarif, sosok Darso sangat ramah dan mudah bergaul dengan semua unsur lapisan masyarakat.
"Kang Darso itu figur yang merakyat dan familiar. Ia menyempatkan waktu bermain bola dengan anak-anak dan warga sekitar. Santun terhadap semua orang. Kami merasa kehilangan," ucap Syarif.
Perwakilan keluarga dalam sambutannya menghaturkan maaf sedalam-dalamnya bila semasa hidup Darso memiliki khilafan. "Kami juga berterima kasih kepada ratusan pelayat yang hadir ke pemakaman," ucap salah satu pria yang ditunjuk berbicara mewakili keluarga.
Ratusan kerabat, seniman dan warga hadir di lokasi pemakaman. Saat proses pemakaman, tidak terlihat para pejabat dari Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, di tempat peristirahatan Darso.
Sumber: http://bandung.detik.com/read/2011/09/13/112120/1720984/486/darso-dikenang-sebagai-dewa-calung-legendaris
"Saya mewakili seniman sangat kehilangan Kang Darso. Ia ialah legenda dan master musik Pop Sunda," kata Esa Poetra yang mewakili seniman saat memberikan sambutan usai pemakaman umum warga Cibisoro, di Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/9/2011).
Esa menuturkan, kendati berada di jalur Pop Sunda, Darso sudah sepantasnya disejajarkan dengan tokoh musik Indonesia. Segudang karya musik milik Darso begitu akrab di telinga semua kalangan. Bahkan penggemarnya tersebar di luar negeri.
"Kang Darso ini legenda musik Indonesia. Dia fenomenal," papar Esa.
Kepala Desa Gandasari Syarif yang mewakili warga setempat menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Darso. Bagi warga sekitar, kata Syarif, sosok Darso sangat ramah dan mudah bergaul dengan semua unsur lapisan masyarakat.
"Kang Darso itu figur yang merakyat dan familiar. Ia menyempatkan waktu bermain bola dengan anak-anak dan warga sekitar. Santun terhadap semua orang. Kami merasa kehilangan," ucap Syarif.
Perwakilan keluarga dalam sambutannya menghaturkan maaf sedalam-dalamnya bila semasa hidup Darso memiliki khilafan. "Kami juga berterima kasih kepada ratusan pelayat yang hadir ke pemakaman," ucap salah satu pria yang ditunjuk berbicara mewakili keluarga.
Ratusan kerabat, seniman dan warga hadir di lokasi pemakaman. Saat proses pemakaman, tidak terlihat para pejabat dari Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, di tempat peristirahatan Darso.
Sumber: http://bandung.detik.com/read/2011/09/13/112120/1720984/486/darso-dikenang-sebagai-dewa-calung-legendaris
sangkuriang kaberangan
Ku DHIPA GALUH PURBA
DI Tatar Parahyangan ngadeg hiji karajaan anu subur makmur kerta raharja, keceluk ka kadang éwu, kakoncara ka janaperia. Éstuning gemah ripah loh jinawi téh sanés saukur mamanis. Demi anu janten papayung agungna taya sanés Prabu Sungging Perbangkara, hiji prabu nu gaduh kalanggenan moro sabangsaning sasatoan leuweung. Saban kangjeng prabu moro, sok disarengan ku anjing kukutanana anu satia, katelahna si Tumang.
Sakali waktos, basa Kanjeng Prabu nuju moro, dadak sakala sasatoan lir anu tilem, taya hiji-hiji acan. Padahal Kanjeng Prabu hoyong kénging uncal. Tangtos baé hanjeluna mah. Namung dina kaayaan kuciwa, Kanjeng Prabu ngaranjug kalayan reuwas kareureuhnakeun. Pangna kitu, si Tumang nuduhkeun hiji orok istri anu ngagolér dina amparan jukut.
Kawitna mémang reuwas. Namung sabada ningal orok nu sakitu lucuna, manah Kanjeng Prabu janten dilimpudan ku rasa bingah. Tangtos ana kituna mah, kumargi salami éta Kanjeng Prabu teu acan dikersakeun kagungan putra istri. Singketna carios, éta orok téh dirorok, diangken putra nyalira, kalayan dinamian Putri Dayang Sumbi.
Lumangsungna mangsa nu nyérélék kalawan ébréh, teu karaos nganteurkeun tangtungan Dayang Sumbi dugi ka ngajénggélék jadi hiji putri nu méh manjing sawawa. Geulis kawanti, éndah kabina-bina, kalayan dirojong ku pinter sareng singer. Hanjakalna Dayang Sumbi rada ogo, sanaos henteu kaleuleuwihi. Prah baé minangka hiji istri anu nuju mangkat déwasa.
Dina hiji waktos, Dayang Sumbi nuju ninun di tepas karaton. Rupina Dayang Sumbi capé ngaraos leuleus. Toropang (paranti ngagolongan bola) murag. Kumargi leuleus téa, Dayang Sumbi ngaraos wegah kanggo nyandak. Dayang Sumbi kalah jangji dina lebeting manahna, sing saha baé nu kersa mangnyandakkeun gulungan téa, mangka anjeunna baris jadi carogéna.
Teu lami, si Tumang mucunghul. Kumargi anjing anu tos kalatih téa, si Tumang hideng mangnyandakkeun toropong, ku cara digégél. Tangtos baé Dayang Sumbi henteu jalir kana jangji, henteu cidra kana kanyataan. Dayang Sumbi nikah sareng si Tumang.
Dayang Sumbi anu nyorang rumah tangga sareng si Tumang, antukna dipaparin putra pameget nu kasép bawana ngajadi. Demi éta putrana téh dinamian Sangkuriang. Iwal ti hadé gogog, hadé tagog téh, Sangkuriang katelah minangka hiji murangkalih anu calakan tur lébar wawanén.
Kalangenan Sangkuriang ogé taya sanés moro sasatoan. Teu bénten sareng kanjeng Prabu, Sangkuring sok disarengan ku si Tumang. Hanjakal pisan, dina hiji mangsa Sangkuriang ngaraos handeueul kumargi henteu beubeunangan. Mangkaning tos kedal jangji ka Dayang Sumbi, baris ngintun daging uncal. Antukna Sangkuriang kapoékan tug dugi ka maéhan si Tumang. Haténa dikeureut, saterasna disanggakeun ka Dayang Sumbi.
Tangtos baé Dayangsumbi ngaraos bendu, basa tos uninga sagala rupina. Antukna Dayangsumbi ogé kapoékan manah, amarahna muncak dugi ka nakol mastaka Sangkuriang ku céntong. Ti harita, Sangkuriang ngejat tur lunta ngantunkeun Dayang Sumbi.
Sabada Sangkuriang lunta mah, Dayangsumbi nembé sadar kalayan ngaraos kaduhung. Dayang Sumbi neneda ka ka Hyang Tunggal, supados ditepangkeun deui sareng putrana. Ari anu dipikasonona mah nuju apruk-aprukan, ngumbara ka alak paul, ngalap rupaning paélmuan. Sangkuriang ngajénggélék jadi hiji nonoman nu jangkung luhur, simbar dada. Kasakténna méh taya nu ngungkulan. Sabangsaning siluman taluk ka Sangkuriang, kalebet siluman sakti manggulang-mangguling nu katelah Guriang Tujuh.
Di satengahing lalampahanana, cunduk waktu ninggang mangsa, Sangkuriang patepung lawung sareng Dayang Sumbi. Hanjakal pisan Sangkuriang henteu uningaeun yén Dayang Sumbi téh ibuna, margi kapisahkeun ku waktos nu sakitu lamina. Iwal ti éta, basa Sangkuriang ditakol ku céntong, ngadadak ilang émutanana.
Sangkuriang katarik ati kapentang asmara ku Dayang Sumbi. Ngawitanna mah Dayang Sumbi ogé sami kaeuteupan ku rasa cinta ka Sangkuriang. Namung saparantos sadar kana kaayaan nu saleresna, Dayang Sumbi satékah polah nyadarkeun putrana, da tos yakin yén Sangkuriang téh mémang putrana. Pangna kitu, Dayang Sumbi mendakan tilas raheut dina mastaka Sangkuriang.
Sangkuriang henteu percanten ka Dayang Sumbi. Sangkuriang neugtreug hoyong nikah sareng Dayang Sumbi. Antukna Dayang Sumbi nyiar tarékah pikeun mugagkeun kahoyong Sangkuriang. Dayang Sumbi ngajukeun dua sarat ka Sangkuriang, nyatana Sangkuriang kedah ngadamel parahu nu ukuranana badag. Sarat kaduana, Sangkuriang kedah ngabendung sanghyang tikoro, ngadamel talaga pikeun lalayaran. Demi midamelna kedah anggeus sawengi, sateuacan medal balébat.
Bubuhan lalaki langit lalanang jagat, Sangkuriang henteu gimir ku pasaratan Dayang Sumbi. Sangkuriang nyanggeman, kalayan dina wengi éta ngeprik wadia baladna, siluman nu diluluguan ku Guriang Tujuh. Kai badag pikeun bahan parahu, diala ti hiji leuweung anu isuk jaganing géto baris katelah Gunung Bukit Tunggul. Rangrang, dahan, diala ti hiji pasir nu isuk jaganing géto baris katelah Gunung Burangrang. Demi pikeun talaga, Sangkuriang ngabendung walungan Citarum.
Sangkuriang méh baé ngaréngsékeun padamelanana. Tangtos baé Dayangsumbi neneda ka Sang Hyang Tunggal sangkan mugagkeun padamelan Sangkuriang. Iwal ti neneda ka Hyang Tunggal, Dayang Sumbi ogé nyiar tarékah sanés. Dayang Sumbi ngabébérkeun cindé wulung, anu ngalantarankeun hayam kongkorongok. Cindé wulung katingalna siga balébat.
Barang ngareungeu sora kongkorongok, siluman-siluman pahibut ngejat ninggalkeun hanca pagawéanana, margi sieun ku cahya pajar. Amarah Sangkuriang muncak, parahu ditajong satakerna. Bluk, nangkub, ngajénggélék jadi Gunung Tangkubanparahu. Demi walungan Citarum anu tos kadung dibendung, ahirna jadi Talaga Bandung.***
Subscribe to:
Posts (Atom)

