Showing posts with label sajarah. Show all posts
Showing posts with label sajarah. Show all posts

Gambaran umum pasirtamiang


Letak Wilayah
Desa Pasirtamiang terletak di Wilayah Kabupaten Ciamis bagian utara dengan jarak tempuh lebih kurang 2 km dari Ibu Kota Kecamatan Cihaurbeuti 29 km dari Ibu Kota Kabupaten.
Desa Pasirtamiang terletak persis dibawah kaki Gunung Sawal dengan ketinggian lebih kurang 500 – 600 meter diatas permukaan laut.dengan curah hujan rata-rata 2000 m3 dengan suhu rata-tata antara 18 hingga 28 derajat celcius. Secara topografis wilayah Desa Pasirtamiang 90 persen miring ke barat sekitar 30-40 derajat celcius.
Demografi
Keadaan Wilayah
Wilayah Desa Pasirtamiang terdiri dari perbukitan,pegunungan, perkebunan, pesawahan dan pemukiman penduduk dengan topografi miring kebarat. Wilayah pegunungan merupakan hutan kayu  dan hutan rakyat yang banyak ditumbuhi kayu dan bambu sebagai salah satu produk hutan yang merupakan potensi  sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Batas Wilayah
Desa Pasirtamiang berbatasan dengan :
Sebelah Utara        :  Desa Padamulya
Sebelah Timur       :  Gunung Sawal
Sebelah Selatan    :  Desa Cihaurbeuti
Sebelah Barat        : Sungai Citanduy (wilayah Kabupaten Ciamis)
Luas Wilayah
Luas wilayah Desa pasirtamiang lebih kurang 350 Ha, terdiri dari :
  • Pemukiman Penduduk
  • Sarana Pemerintahan
  • Sarana Pendidikan
  • Sarana Jalan
  • Sarana Peribadatan
  • Sarana Olah raga
  • Sarana Pemakaman Umum
  • Lahan Pertanian
  • Lahan Perikanan
           Hutan Rakyat
Pembangunan Kependudukan, Agama dan Sosial Budaya
Penduduk
Penduduk Desa Pasirtamiang terdiri dari :
Jumlah Kepala Keluarga
:
1.368  KK
Jumlah Jiwa
:
5.137  orang
Terdiri dari :
- Laki-laki
:
2.698  orang
- Perempuan
:
2.439  orang
Tingkat kepadatan penduduk rata-rata 1468 orang  /km2. Persebaran penduduk hampir merata disetiap dusun yang relative telah berkembang karena ketersediaan akses untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan.
Laju pertumbuhan penduduk akhir-akhir ini relative rendah bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini disebabkan upaya pengendalian pertumbuhan penduduk melaluui program Keluarga Berencana yang dilaksanakan melalui penurunan angka kelahiran dan menciptakan Norma Keluarga Kecil, Bahagia dan Sejahtera.
Agama
Masyarakat Desa Pasirtamiang seratus prosen penganut agama islam yang taat menjalankan syariat agamanya. Dalam rangka meningkatkan mental spiritual disetiap dusun terdapat majlis-majlis ta’lim dan pondok peantren yang dipimpin oleh para kiyai dan sesepuh agama. Pembangunan bidang agama diarahkan untukmeningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama dikalangan umat dalam kehidupan sehari-hari.
Jumlah sarana keagamaan menunjukan peningkatan yang signifikan, di Desa Pasirtamiang terdapat 6 buah Mesjid, 27 buah Mushola dan 3 buah Langgar.
Sosial Budaya
Pendidikan
Pembangunan bidang pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kesempatan memperoleh pendidikan baik pendidikan formal maupun nonformal. Pendidikan formal dengan sasaaran menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun diharapkan dapat tercapai pada tahun 2011, sehingga tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
Kesehatan
Serajat kesehatan masyarakat , kini menunjukan kondisi yang semakin baik walaupun masih relative rendah. Angka Harapan Hidup (AHH) cenderung semakin meningkat, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) serta prevalensi gizi buruk bayi dab Balita cenderung menurun.
Pemberdayaan Masyarakat
Pembangunan sumber daya manusia perlu ditingkatkan lagi guna terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas mengingat pemberdayaan masyarakat merupakan hal penting dan strategis. Pembangunan SDM diarahkan untuk mewujudkan SDM yang memiliki motivasi,  berpengetahuan, berkemampuan, berkemauan untuk mengembangkan dirinya, serta mampu untuk hidup layak.
Keberdayaan masyarakat menunjukan kecenderungan meningkat, hal ini dapat dilihat dari beberapa indicator antara lain, keberdayaan perempuan, keberdayaan pemuda, tingkat partisipasimasyarakat dalam pembangunan dan peningkatan tarap kesejahteraan msyarakat.
Budaya
Keragaman budaya merupakan kekayaan yang tak ternilai, oleh karena itu pengembangan budaya local dilaksanakan dalam upaya pelestarian nilai-nilai luhur yang sesuai dengan norma agama, etika, dan moral. Sebagai refleksi dari pelestarian budaya dilakukan melalui pemeliharaan budaya, demikian pula dengan pembinaan yang berkaitan dengan seni tradisional berupa tarian, musik dan budaya tradisional lainnya.
Pembangunan kebudayaan diarahkan pada upaya pelestarian dan pengembangan budaya serta memperkokoh ketahanan budaya local terutama terhadapa penetrasi budaya luar yang kurang selaras dengan budaya setempat.
Pembangunan Perekonomian desa
Perkembangan Indikator
Perekonomian Desa Pasirtamiang mengalami pertumbuhan yang cukup baik, namun pertumbuhan yang cukup baik tersebut distribusinya masih belum merata. Hal ini dapat terlihat dari angka jumlah penduduk miskin dan pengangguran terbuka yang cenderung mengalami peningkatan.
Kegiatan unggulan perekonomian masyarakat Desa Pasirtamiang masih didominasi oleh sector pertanian, hal ini dapat dilihat berdasarkan lapangan usaha dimana sector pertanian memberikan kontribusi besar.
Tantangan pembangunan bidang perekonomian 5 tahun kedepan antara lain berkaitan dengan peningkatan pemanfaatan potensi perekonimian yang cukup besar untuk digunakan sebesar-beasarnya bagi kemakmuran masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan penggalian potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal, penerapan konsep perekonomian yang lebih terfokus dalam kerangkan pembangunan yang lebih komprehensif, terpadu dan terintegrasi serta berbasis pemberdayaan masyarakat.
Pertanian
Komoditas pertanian unggulan di desa pasirtamiang terdiri dari padi, palawija, sayuran, hasil perkebunan dan peternakan. pada umumnya produksi komoditas pertanian cenderung mengalami peningkatan sejalan dengan upaya pengembangan yang kian meningkat.
Produktivitas tanaman padi di desa pasirtamiang cukup baik, namun areal lahan yang tidak memadai ( jumlah penduduk tidak sesuai dengan jumlah lahan yang tersedia ) dalam mencukupi kebutuhan beras untuk masyarakat masih harus disuplai dari luar.
Untuk produksi palawija secara umum mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya jumlah petani palawija.
Komoditas sayuran antara lain cabe merah mempunyai kualitas yang cukupbaik sehingga banyak diminati konsumen. namun produksi cabe merah belakangan ini mengalami kepakuman seiring terjadinya fluktuasi harga ke level bawah yang tidak menguntungkan petani.
Perikanan
Potensi perikanan budi daya air tawar di desa pasirtamiang cukup besar karena cukup tersedia sumber air untuk perikanan budi daya namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal mengingat sumber daya manusia yang belum dimiliki. untuk pengembangan budi daya ikan air
tawar, kedepan perlu dilakukan peningkatan sumber daya manusia dan kesiapan financial yang cukup dalam rangka peningkatan produksi.
Peternakan
Peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di desa pasirtamiang, hal ini banyak ditunjang oleh sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam.
Produksi peternakan sampai saat ini masih cukup baik antara lain dihasilkan dari ayam ras, ayam buras, domba, sapi dll.
Tantangan pembangunan bidang pertanian kedepan diantaranya semakin tinngginnya alih fungsi lahan produktif yang apabila tidak segera disikapi dengan bijaksana dapat mengancam ketahanan pangan desa. lainnya adalah perlu peningkatan daya saing produk-produk pertanian local sebagai upaya kompetitif terhadap produk-produk pertanian dari luar yang saat ini semakin gencar.
Perindustrian
Perkembangan industri di Desa Pasirtamiang menunjukan kondisi yang sedikit membaik dalam rangka mendukung perekonomian desa. Jenis industri yang dikembangkan adlah industri rumahan terutama yang berbahan baku hasil pertanian seperti pengolahan makanan olahan. Hasil industri tersebut telah dipasarkan sampai keluar daerah.
Kondisi Pemerintahan Desa
Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance), pemerintah desa berupaya melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat,sebagai regulator dan fasilitator menyusun peraturan perundangan yang memberi ruang yang cukup kepada  masyarakat untuk menumbuhkan kemandirian. Sedangkan dalam rangka fasilitasi, pemerintah desa membuka peluang dalam rangka perencanaan pembangunan yang bersifat partisipatif dengan menumbuhkan inisiatif masyarakat.
Tantangan dibidang penyelenggaraan pemerintahan adalah mewujudkan pemerintahan yang baik dalam manajemen pemerintahan di Desa Pasirtamiang . Peningkatan pelayanan public dan kinerja pemerintah yang efektif, efisien, kredibel dan akuntabel sesuai standar yang ditetapkan menjadi tuntutan untuk diaktualisasikan.
Keselarasan antara lembaga-lembaga yang ada di desa menjadikan pelaksanaan kegiatan pembangunan semakin sinergis dan terarah, hal dapat ini dapat memotivasi semangat partisipasi masyarakat dalam membangun.
Pembagian Wilayah
Wilayah Desa Pasirtamiang dibagi menjadi 6 (enam) wilayah administrasi (dusun) yang setiap wilayah dikepalai oleh perangkat desa dari unsur wilayah dan terdiri dari 6 (enam) Rukun Warga dan 34 (tiga puluh empat) Rukun Tetangga,  diantaranya :
Dusun Pasirlandak terdiri dari 1 RW dan 4 RT
Dusun Cigorowong terdiri dari 1 RW dan 4 RT
Dusun Kertasari terdiri dari 1 RW dan 7 RT
Dusun Cijoho terdiri dari 1 RW dan 6 RT
Dusun Pasirtamiang Landeuh terdiri dari 1 RW dan 8 RT
Dusun Pasirtamiang Tonggoh terdiri dari 1 RW dan 5 RT
Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Organisasi Pemerintah Desa terdiri dari :
1 orang Kepala Desa
1 orang Sekretaris Desa
1 orang Kepala Urusan Umum
1 orang Kepala Urusan Keuangan
1 orang Kepala Seksi Pemerintahan Ketentraman dan Ketertiban
1 orang  Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan
1 orang Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat

wangkongan

KU ayana kamekaran téknologi internét nu  ngarambah nepi ka tepis wiring, tétéla mawa pangaruh nu kalintang hadé kana kahirupan basa Sunda. Sanajan téknologi datangna ti deungeun, tapi lain hartina mareuman basa Sunda. Perkara ieu bisa diimeutan dina sawatara jejaring sosial, saperti facebook. Réa diantarana anu tara asa-asa deui ngawangkong téh ku basa Sunda tur bisa kabaca ku balaréa. Malah aya rasa kareueus kana basa Sunda, mangsa bisa ngawangkong ngagunakeun basa indung. Lebah dieu, bisa dicindekeun yén naon rupa anu jolna ti deungeun téh henteu salawasna goréng, malah nu hadé ogé kacida réana. Kilang kitu, kalintang gumantung kana kumaha carana urang ngamangpaatkeunana pikeun kahadéan.
Poé basa indung anu dipiéling saban 21 Fébuari tangtu bakal leuwih haneuteun ku ayana natrat yén basa indung téh hirup kénéh, dina harti masih diparaké ku masarakat dina wangkongan sapopoé. Lain baé basa Sunda, da kaasup basa indung sélér séjénna ogé jadi leuwih hirup ku ayana kamekaran téknologi. Lebah dieu seukeutna sawangan UNESCO téh, anu antukna netepkeun 21 Fébuari minangka Poé Basa Indung Internasional.
Héabna sumanget pikeun ngamumulé basa Sunda ogé bisa karasa ti kalangan rumaja. Contona, dina Féstival Drama Basa Sunda (FDBS) Pelajar anu diayakeun ku Téater Sunda Kiwari, pesertana bisa ngajaul ngaleuwihan targét panitia. Sabada pendaptaran FDBS Pelajar ditutup, kacatet 49 grup téater rumaja nu miluan dina éta féstival. Lain baé patandang ti Jawa Barat, da aya ogé peserta anu jolna ti Banten. Basa Sunda henteu bisa dipisahkeun ku wilayah administratip. Komo deui Banten mah kapan sidik Sunda pisan.
Sajabana ti FDBS Pelajar anu digelar ti tanggal 7 nepi ka 27 Fébuari, di Gedong Kasenian Rumentangsiang ogé maneuh dipidangkeun rupaning kasenian Sunda, kayaning tari tradisonal, sandiwara Sunda, longsér, jeung sajabana. Beuki pikabungaheun basa nengetan personilna leuwih réa  didominasi ku kaum rumaja. Sandiwara Sunda mimiti neut-neutan deui, dipidangkeun sacara maneuh di Rumentangsiang. Grup Sri Murni jeung Ringkang Gumiwang kaasup dua grup sandiwara nu mindeng ngagelarkeun pintonan di Rumentangsiang.
Ku leuwih hirupna basa Sunda, boh di dunya maya atawa dina kahirupan sapopoé, dipiharep mawa pangaruh hadé pikeun masarakat. Budaya Sunda tetep bisa kajaga pikeun ngawangun kahirupan nu silih asah, silih asih, tur silih asuh. Réréongan dina kahadéan, wanoh jeung baraya katut tatangga, muga leuwih natrat deui. Urang Sunda bisa ngigelan kamekaran jaman, bari henteu kudu ngaleungitkeun idéntitasna salaku urang Sunda. Pon kitu deui, taya salahna mikaresep kasenian deungeun kalayan henteu kudu mopohokeun kasenian banda urang.
Dina mangsa globalisasi kiwari, taya deui pilihan iwal ti kudu wani aub tarung dina persaingan. Urang Sunda kudu siap tandang makalangan sangkan henteu jadi galandangan di lembur sorangan. Pangpangna mah nurutkeun data statistik, di lembur sorangan ogé tétéla urang Sunda méh kaléléd ku para pendatang. Widang ékonomi, pulitik, katut kasenian, ulah nepi ka kajadian jati kasilih ku junti. Urang Sunda kudu bisa hirup kalayan walagri di lemah cai Sunda. Ironis kabina-bina mangsa nyaksian urang Sunda nu teu kabagéan pacabakan tur teu mampuh mibanda pangiuhan. Di sisi séjén, réa nu hirupna medah-meduh, malah ngarasa bingung kudu kumaha méakeun raja kaya.
Dina kaayaan sarupa kitu, naha kamana atuh palsapah “silih asih” téh jeung sasama téh? Naha urang bet téga ngantepkeun baraya nu katalangsara di sarakan sorangan? Ku kituna, lain baé ngamumulé basana jeung kasenianna, tapi nu leuwih utama mah miara ajén inajén jeung saripati kalinuhungan budayana pikeun dipraktékeun dina kahirupan sapopoé.
Lamun “silih asah, silih asih, jeung silih asuh” geus bisa diterapkeun dina kahirupan sapopoé, tangtu beuki éndah Sunda téh. Éndah alamna, éndah kahirupanana. Hirup basana, hirup kasenianna, tur hirup budayana. Apan harti “Sunda” téh éndah. Rék ditarjamahkeun kana basa naon ogé, “Sunda” mah salawasna éndah tur reumbeuy kahadéan

Manfaat Daun Sirsak

Manfaat Daun Sirsak ternyata banyak sekali, selama ini kita hanya bisa mencicipi buahnya saja tapi siapa sangka daun yang dimiliki buah sirsak memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan kita. Pada postingan yang lalu kami membahas tentang manfaat air kelapa, Info kesehatan kali ini akan membahas tentang manfaat daun sirsak.
Buah sirsak atau bahasa latinnya Annona Muricata L merupakan buah yang banyak kita jumpai dimana-mana, buah yang sering kita jadikan sebagai minuman juice ini memberikan manfaat yang baik buat kesehatan kita. Tidak hanya itu daun yang dimiliki oleh buah ini juga memberikan manfaat besar buat kesehatan kita.
Salah satu dari manfaat daun sirsak yaitu dapat menghambat dan mematikan perkembangan sel kanker. Bahkan menurut penelitian kesehatan pengobatan herbal daun sirsak dapat melawan sel kanker dalam tubuh 10.000 kali dibandingkan pengobatan modern. Mengapa demikian? Karena didalam daun sirsak mengandung senyawa acetogenins (senyawa anti kanker) yang dapat menghambat pertumbuhan Adenosina Trifosfat yang merupakan sumber energi pertumbuhan sel kanker.
Kelebihan yang dimiliki daun sirsak ini karena dapat menyembuhkan beberapa penyakit kanker diantaranya kanker payudara, kanker usus, kanker ovarium, liver, paru-paru, prostat, pankreas dan limpa. Selain dapat menyembuhkan penyakit kanker, daun sirsak juga dapat mengobati penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi, cacingan, demam, reumatik, asma dan gangguan pencernaan lainnya.
Berikut ini bagaimana cara membuat ramuan herbal daun sirsak sederhana:
  • Sediakan kira-kira 10-15 lembar daun sirsak yang masih segar dan berwarna hijau tua, cuci hingga bersih.
  • Siapkan 3 gelas air putih
  • Masak daun sirsak dengan air tersebut sampai tertinggal kira-kira 2 gelas.
  • Minum air rebusan daun sirsak tersebut 2 kali sehari sebagai ramuan herbal.
Itulah tadi cara sederhana untuk mengobati penyakit kanker, mengingat penyakit kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan berujung pada kematian. Dan tidak ada salahnya untuk mencoba ramuan ini karena sangat cocok bagi penderita kanker
sumber disini

dunia maya ala wikipedia

Dunia maya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dunia maya (eng: Cyberspace) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.

Kata "cyberspace" (dari cybernetics dan space) berasal dan pertama kali diperkenalkan oleh penulis novel fiksi ilmiah, William Gibson dalam buku ceritanya, "Burning Chrome", 1982 dan menjadi populer pada novel berikutnya, Neuromancer, 1984 yang menyebutkan bahwa:
Cyberspace. A consensual hallucination experienced daily by

billions of legitimate operators, in every nation, by children being taught mathematical concepts... A graphic representation of data abstracted from the banks of every computer in the human system. Unthinkable complexity. Lines of light ranged in the nonspace of the mind, clusters and constellations of data.
Like city lights, receding.
[sunting] Referensi

Irvine, Martin. "Postmodern Science Fiction and Cyberpunk", retrieved 2006-07-19.
Oliver Grau : Virtual Art. From Illusion to Immersion, MIT-Press, Cambridge 2003. (4 Auflagen).
Sterling, Bruce. The Hacker Crackdown: Law and Disorder On the Electronic Frontier. Spectra Books, 1992.
Zhai, Philip. Get Real: A Philosophical Adventure in Virtual Reality. New York: Rowman & Littlefield Publishers, 1998.
David Koepsell, The Ontology of Cyberspace, Chicago: Open Court, 2000.
Christine Buci-Glucksmann, "L’art à l’époque virtuel", in Frontières esthétiques de l’art, Arts 8, Paris: L’Harmattan, 2004
Cyberculture, The key Concepts, diedit oleh David Bell, Brian D.Loader, Nicholas Pleace and Douglas Schuler
Slater, Don 2002, 'Social Relationships and Identity Online and Offline', dalam L.Lievrouw and S.Livingston (eds), The Handbook of New Media, Sage, London, pp533–46.

[sunting] Pranala luar
Search Wiktionary Lihat informasi mengenai
cyberspace di KamusWiki.

Deklarasi kebebasan dunia maya oleh John Perry Barlow
Virtual Reality, Austria oleh Johann Steininger
Dunia maya oleh Albert Benschop
Sex, Agama dan dunia maya oleh Richard Thieme
Petualangan dalam Virtual Reality oleh Philip Zhai

Nuvola apps mycomputer.png Artikel bertopik komputer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Darso Dewa Calung Legendaris

Bandung - Seniman Sunda mengakui kehilangan sosok Darso yang namanya begitu melekat di seantero Jawa Barat. Bagi rekan sejawatnya, 'Dewa Calung' yang musiknya bergenre Pop Sunda ini merupakan seorang legenda.

"Saya mewakili seniman sangat kehilangan Kang Darso. Ia ialah legenda dan master musik Pop Sunda," kata Esa Poetra yang mewakili seniman saat memberikan sambutan usai pemakaman umum warga Cibisoro, di Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (13/9/2011).


Esa menuturkan, kendati berada di jalur Pop Sunda, Darso sudah sepantasnya disejajarkan dengan tokoh musik Indonesia. Segudang karya musik milik Darso begitu akrab di telinga semua kalangan. Bahkan penggemarnya tersebar di luar negeri.

"Kang Darso ini legenda musik Indonesia. Dia fenomenal," papar Esa.

Kepala Desa Gandasari Syarif yang mewakili warga setempat menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Darso. Bagi warga sekitar, kata Syarif, sosok Darso sangat ramah dan mudah bergaul dengan semua unsur lapisan masyarakat.

"Kang Darso itu figur yang merakyat dan familiar. Ia menyempatkan waktu bermain bola dengan anak-anak dan warga sekitar. Santun terhadap semua orang. Kami merasa kehilangan," ucap Syarif.

Perwakilan keluarga dalam sambutannya menghaturkan maaf sedalam-dalamnya bila semasa hidup Darso memiliki khilafan. "Kami juga berterima kasih kepada ratusan pelayat yang hadir ke pemakaman," ucap salah satu pria yang ditunjuk berbicara mewakili keluarga.

Ratusan kerabat, seniman dan warga hadir di lokasi pemakaman. Saat proses pemakaman, tidak terlihat para pejabat dari Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, di tempat peristirahatan Darso.

Sumber: http://bandung.detik.com/read/2011/09/13/112120/1720984/486/darso-dikenang-sebagai-dewa-calung-legendaris

sangkuriang kaberangan




Ku DHIPA GALUH PURBA
DI Tatar Parahyangan ngadeg hiji karajaan anu subur makmur kerta raharja,  keceluk ka kadang éwu, kakoncara  ka janaperia. Éstuning gemah ripah loh jinawi téh sanés saukur mamanis. Demi anu janten papayung agungna taya sanés Prabu Sungging Perbangkara, hiji prabu nu gaduh kalanggenan moro sabangsaning sasatoan leuweung. Saban kangjeng prabu moro, sok disarengan ku anjing kukutanana anu satia, katelahna si Tumang.
Sakali waktos, basa Kanjeng Prabu nuju moro, dadak sakala sasatoan lir anu tilem, taya hiji-hiji acan. Padahal Kanjeng Prabu hoyong kénging uncal. Tangtos baé hanjeluna mah. Namung dina kaayaan kuciwa,  Kanjeng Prabu ngaranjug kalayan reuwas kareureuhnakeun. Pangna kitu, si Tumang  nuduhkeun hiji orok istri anu ngagolér dina amparan jukut.
Kawitna mémang reuwas. Namung sabada ningal orok nu sakitu lucuna, manah Kanjeng Prabu janten dilimpudan ku rasa bingah. Tangtos ana kituna mah, kumargi salami éta Kanjeng Prabu teu acan dikersakeun kagungan putra istri. Singketna carios, éta orok téh dirorok, diangken putra nyalira, kalayan dinamian Putri Dayang Sumbi. 
Lumangsungna mangsa nu nyérélék kalawan ébréh, teu karaos nganteurkeun tangtungan Dayang Sumbi dugi ka ngajénggélék jadi hiji putri nu méh manjing sawawa. Geulis kawanti, éndah kabina-bina, kalayan dirojong ku pinter sareng singer. Hanjakalna Dayang Sumbi rada ogo, sanaos henteu kaleuleuwihi. Prah baé minangka hiji istri anu nuju mangkat déwasa.
Dina hiji waktos, Dayang Sumbi nuju ninun di tepas karaton. Rupina Dayang Sumbi capé ngaraos leuleus. Toropang (paranti ngagolongan bola) murag.  Kumargi leuleus téa, Dayang Sumbi ngaraos wegah kanggo nyandak. Dayang Sumbi kalah jangji dina lebeting manahna, sing saha  baé nu  kersa mangnyandakkeun gulungan téa, mangka anjeunna baris jadi carogéna. 
Teu lami, si Tumang mucunghul. Kumargi anjing anu tos kalatih téa, si Tumang hideng mangnyandakkeun toropong, ku cara digégél. Tangtos baé Dayang Sumbi henteu jalir kana jangji, henteu cidra kana kanyataan. Dayang Sumbi nikah sareng si Tumang.
Dayang Sumbi anu nyorang rumah tangga sareng si Tumang, antukna dipaparin putra pameget nu kasép bawana ngajadi. Demi éta putrana téh dinamian Sangkuriang. Iwal ti hadé gogog, hadé tagog téh, Sangkuriang katelah minangka hiji murangkalih anu calakan tur lébar wawanén.
Kalangenan  Sangkuriang  ogé taya sanés moro sasatoan. Teu bénten sareng kanjeng Prabu, Sangkuring sok disarengan ku  si Tumang. Hanjakal pisan, dina hiji mangsa Sangkuriang ngaraos handeueul kumargi henteu beubeunangan. Mangkaning tos kedal jangji ka Dayang Sumbi, baris ngintun daging uncal. Antukna Sangkuriang kapoékan tug dugi ka maéhan si Tumang. Haténa dikeureut, saterasna disanggakeun ka Dayang Sumbi.
Tangtos baé Dayangsumbi ngaraos bendu, basa tos uninga sagala rupina. Antukna  Dayangsumbi ogé kapoékan manah, amarahna muncak dugi ka  nakol mastaka Sangkuriang ku céntong. Ti harita, Sangkuriang ngejat tur lunta ngantunkeun Dayang Sumbi.
Sabada Sangkuriang lunta mah,  Dayangsumbi nembé sadar kalayan ngaraos kaduhung. Dayang Sumbi neneda ka ka Hyang Tunggal, supados ditepangkeun deui sareng putrana. Ari anu dipikasonona mah nuju apruk-aprukan, ngumbara ka alak paul, ngalap rupaning paélmuan. Sangkuriang ngajénggélék jadi hiji nonoman nu jangkung luhur, simbar dada. Kasakténna méh taya nu ngungkulan. Sabangsaning siluman taluk ka Sangkuriang, kalebet siluman sakti manggulang-mangguling nu katelah  Guriang Tujuh.  
Di satengahing lalampahanana, cunduk waktu ninggang mangsa, Sangkuriang patepung lawung sareng Dayang Sumbi. Hanjakal pisan Sangkuriang henteu uningaeun yén Dayang Sumbi téh ibuna, margi kapisahkeun ku waktos nu sakitu lamina. Iwal ti éta, basa Sangkuriang ditakol ku céntong, ngadadak ilang émutanana.
Sangkuriang katarik ati kapentang asmara ku Dayang Sumbi. Ngawitanna mah Dayang Sumbi ogé sami kaeuteupan ku rasa cinta ka Sangkuriang. Namung saparantos sadar kana kaayaan nu saleresna, Dayang Sumbi satékah polah nyadarkeun putrana, da tos yakin yén Sangkuriang téh mémang putrana. Pangna kitu, Dayang Sumbi mendakan tilas raheut dina mastaka Sangkuriang. 
Sangkuriang henteu percanten ka Dayang Sumbi. Sangkuriang neugtreug hoyong nikah sareng Dayang Sumbi. Antukna Dayang Sumbi nyiar tarékah pikeun mugagkeun kahoyong Sangkuriang. Dayang Sumbi ngajukeun dua sarat ka Sangkuriang, nyatana Sangkuriang  kedah ngadamel parahu nu ukuranana badag. Sarat kaduana, Sangkuriang kedah ngabendung sanghyang tikoro, ngadamel talaga pikeun lalayaran. Demi midamelna kedah anggeus sawengi, sateuacan medal balébat.
Bubuhan lalaki langit lalanang jagat, Sangkuriang henteu gimir ku pasaratan Dayang Sumbi. Sangkuriang nyanggeman,  kalayan dina wengi éta ngeprik wadia baladna, siluman nu diluluguan ku Guriang Tujuh. Kai badag pikeun bahan parahu, diala ti hiji  leuweung anu isuk jaganing géto baris katelah  Gunung Bukit Tunggul.  Rangrang, dahan,  diala ti hiji pasir nu isuk jaganing géto baris katelah Gunung Burangrang. Demi pikeun talaga, Sangkuriang ngabendung walungan Citarum.
Sangkuriang méh baé ngaréngsékeun padamelanana. Tangtos baé Dayangsumbi neneda ka Sang Hyang Tunggal sangkan mugagkeun padamelan Sangkuriang. Iwal ti neneda ka Hyang Tunggal, Dayang Sumbi ogé nyiar tarékah sanés. Dayang Sumbi ngabébérkeun cindé wulung, anu ngalantarankeun hayam kongkorongok. Cindé wulung katingalna siga balébat.
Barang ngareungeu sora kongkorongok, siluman-siluman pahibut ngejat ninggalkeun hanca pagawéanana, margi sieun ku cahya pajar. Amarah Sangkuriang muncak, parahu ditajong satakerna. Bluk, nangkub, ngajénggélék jadi Gunung Tangkubanparahu. Demi walungan Citarum anu tos kadung dibendung, ahirna jadi Talaga Bandung.***